Langsung ke konten utama

TITIK TERENDAHNYA KEHIDUPAN

*UNTUK DIRENUNGKAN* *TITIK TERENDAHNYA KEHIDUPAN* Yang hari ini baik, belum tentu besok tetap baik. Yang hari ini buruk, belum tentu esok tetap buruk.  Jika ada yang jelek, yang jelek itu masa lalunya. Tapi masa depannya masih suci. Maka, jangan pernah putus asa kepada diri sendiri jika belum bisa jadi baik.. Dan jangan mudah merendahkan orang lain yang hari ini masih belum baik. Karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi dengan takdirnya esok hari. Orang yang hari ini kita hina dan kita anggap buruk, bisa jadi suatu saat.. kau membutuhkan bantuannya. Berbaik sangkalah. Karena, seburuk-buruk keadaan manusia itu, adalah ketika ia menjauh dari Rabb-nya.  Tak peduli apakah ia sedang senang atau susah. Sedang kaya atau miskin.  *Begitu seorang hamba menjauh dari Allah Azza wa Jalla, di situlah keburukan yang sebenarnya terjadi. Dan itulah titik terendahnya kehidupan.* *Ustadz Zulfa Agung Kurniawan* ┈••✾•◆🕷◆•✾••┈

5 Kaidah Fiqih besar dalam Islam


By Zulfa Agung Kurniawan

Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi waman walah amma ba'du

Saudara-saudariku yang tercinta Al Imam Alqurrofi pernah mengatakan dalam kitabnya Al dzahiroh 

Kullu Fik hin  lam yuk khoroj alal qowaid falaysya bisyai in

Setiap Fiqih yang tidak dibangun di atas koidah koidah maka itu bukanlah fikih yang kuat maka semestinya bagi kita semuanya setiap muslim dan muslimah untuk membangun fiqih kita semuanya di atas kaidah-kaidah yang kokoh di atas kaidah-kaidah yang mapan di antara kaidah-kaidah penting ada lima qoidah yang disebut oleh para ulama dengan alkhowaid Al khomsa al kubra 


• 5 Kaidah besar

1. Kaidah Pertama

                               إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Innamal Amalu binniat 

Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung kepada niatnya 

Ini adalah kutipan sebuah hadis nabi shallallahu alaihi wasallam yang merupakan kaidah dasar di dalam fikih setiap amalan ucapan tergantung kepada niat 

contohnya: orang tawaf kita tahu bahwasanya tawaf itu ibadah hanya di Ka'bah kalau seorang tawaf di selain Ka'bah maka itu tergantung kepada niatnya kalau dia niatnya ibadah maka itu adalah sebuah kesyirikan tapi kalau niatnya adalah untuk mencari barang hilang misalkan maka itu bukan ibadah dan itu bukan syirik 

contoh yang lain: misalkan seorang suami mengatakan kepada istrinya pulanglah kamu ke orang tuamu kalau dia meniatkan hal tersebut adalah sebagai perceraian, jadilah perceraian tapi kalau dia tidak meniatkan itu sebagai perceraian, bukan perceraian

2. Kaidah kedua 

                                                        الْيَقِنُ لَا يُزَالُ بِالشَّكِّ

Al yakin la yuzallu bi syak

Sesuatu yang yakin tidak dihilangkan dengan keraguan, Hadisnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan 

                                            دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيْبُكَ

Da'ma Yariibuka Ilaa Maa Laa yariibuka

Tinggal kan yang meragukanmu menuju yang tidak meragukanmu 

Salah satu contohnya adalah tatkala kita berwudhu kemudian kita ragu apakah batal wudhu kita atau kah tidak maka hukum asalnya adalah tidak batal dan kita apabila seorang suami ragu apakah dia telah cerai atau tidak maka hukum asalnya adalah tidak cerai.

3. Kaidah ketiga 

                                                             لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Laa dharaara wa laa dhiroo

Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang lain, ini juga kutipan sebuah hadis nabi shallallahu alaihi wasallam yang dijadikan oleh para ulama sebagai korida besar di antara contohnya adalah rokok, rokok terbukti sangat membahayakan bahkan di dalam rokok sendiri tertulis bahwa rokok membahayakan kesehatan menjadikan penyakit kanker, jantung, impoten dan sebagainya maka tidak diperbolehkan bagi kita untuk menghisap rokok karena itu membahayakan 

4. Kaidah keempat

                                                   اَلْمَشَقَّةُ تَجْلِبُالتَّيْسِيْرَ

Almaysaqaatu tajlibut taisiir

Kesulitan itu membawa kemudahan Islam adalah

Islam adalah agama yang mudah:

                              يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِکُمُ الْيُسْرَ

Yuridu llah bikumul yusra wala yudirru bikumul yusra 

Allah subhanahu wa ta'ala menginginkan kemudahan bagi kalian dan tidak menginginkan kesulitan bagi kalian diantara contohnya adalah tatkala seorang tidak sanggup untuk menggunakan air ketika berwudhu maka boleh baginya untuk tayamum demikian juga tatkala kita Safar bepergian maka Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kemudahan untuk meng-qasar meringkas Salat kita atau juga menjama menggabung antara dua salat dalam satu waktu.

5. Kaidah yang Kelima                                          

                                                                 العادة محكمة

Al'aaadatu muhakkamah 

Adat kebiasaan manusia itu bisa dijadikan sebuah hukum ,Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

                                                     وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Wa'asyiru hunna bil Ma'ruf 

pergauli lah wanita-wanita istri kalian dengan cara yang baik menurut urf  masyarakat .

Contoh kaidah ini dalam kehidupan kita adalah misalkan tentang batas nafkah menafkahi istri berapa jumlahnya dalam sehari tidak ada batasan tertentu maka dikembalikan kepada urf adat manusia yang itu relatif antara satu tempat dan satu waktu dengan yang lainnya demikian juga contoh yang lain adalah tentang masalah batas Safar berapa jaraknya dan berapa lamanya tidak ada batas di dalam syariat Islam maka itu dikembalikan kepada urf dan adab masyarakat. 

Ini 5 kaidah penting yang hendaknya kita pahami dan kita cermati kemudian kita kembangkan ya semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menambahkan ilmu yang bermanfaat bagi kita semuanya washolallahu alannabi na Muhammad wa ala Alihi wasohbihi ajmain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malu Adalah Cabang Daripada Iman

Ceramah singkat bersama Ust. Zulfa Agung Kurniawan Sebuah  ceramah  tentang  Malu Adalah Cabang Daripada Iman   yang disampaikan pada Sabtu  Malam, 8 Oktoberber 2022 , pukul 18:00-19:00 WIB  oleh  Ustadz Zulfa Agung Kurniawan  *ONE DAY ONE HADITS* Sabtu, 8 Oktober  2022 / 11 Rabi'ul Awwal 1444 H *Malu Adalah Cabang Daripada Iman* عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ . [رواه البخاري ] Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka .  ( Hadist Riwayat Bukhori) Pelajaran yang terdapat dala...

7 Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Dzar

  *RENUNGAN MALAM* *7 Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Dzar* عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا. *Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan Tujuh hal :* *(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,* *(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,* *(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berla...

Cara Mencintai Nabi

Ceramah singkat bersama Ust. Zulfa Agung Kurniawan Sebuah  ceramah  tentang Cara Memcintai Nabi  yang disampaikan pada  Sabtu, 8 Oktober 2022 / 12 Rabi'ul Awwal 1444 H  Sabtu  oleh  Ustadz Zulfa Agung Kurniawan. *ONE DAY ONE HADITS* Sabtu, 8 Oktober 2022 / 12 Rabi'ul Awwal 1444 H *Cara Mencintai Nabi* وعن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فمن رغِبَ ( أعرض ) عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ) رواه البخاري . Dan dari Anas bin Malik radhiAlloh anhu berkata, bersabda Rasulullah sallallohu alaihi wa salam: “Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk golonganku.”  (HR.Bukhary & Muslim) Pelajaran yang terdapat dalam hadits: 1- Dalam bentuk apakah rasa cinta yang kita tujukan kepada Rasul, karena belum sempurna iman seseorang bila tidak beliau yang lebih kita cintai?. 2- Bagaimanakah pengertian mengikuti sunnah yang sebenarnya? Sementara sholat jama’ah malas, apalagi yang lain, masihkah dikatakan mengikuti su...