Langsung ke konten utama

TITIK TERENDAHNYA KEHIDUPAN

*UNTUK DIRENUNGKAN* *TITIK TERENDAHNYA KEHIDUPAN* Yang hari ini baik, belum tentu besok tetap baik. Yang hari ini buruk, belum tentu esok tetap buruk.  Jika ada yang jelek, yang jelek itu masa lalunya. Tapi masa depannya masih suci. Maka, jangan pernah putus asa kepada diri sendiri jika belum bisa jadi baik.. Dan jangan mudah merendahkan orang lain yang hari ini masih belum baik. Karena kita tak pernah tahu apa yang terjadi dengan takdirnya esok hari. Orang yang hari ini kita hina dan kita anggap buruk, bisa jadi suatu saat.. kau membutuhkan bantuannya. Berbaik sangkalah. Karena, seburuk-buruk keadaan manusia itu, adalah ketika ia menjauh dari Rabb-nya.  Tak peduli apakah ia sedang senang atau susah. Sedang kaya atau miskin.  *Begitu seorang hamba menjauh dari Allah Azza wa Jalla, di situlah keburukan yang sebenarnya terjadi. Dan itulah titik terendahnya kehidupan.* *Ustadz Zulfa Agung Kurniawan* ┈••✾•◆🕷◆•✾••┈

KEADANMU DALAM KUBURMU KELAK?

Ceramah singkat bersama Ust. Zulfa Agung Kurniawan

Sebuah ceramah tentang KEADANMU DALAM KUBURMU KELAK? yang disampaikan pada Sabtu Siang, 8 Oktoberber 2022, pukul 13:00-15:00 WIB oleh Ustadz Zulfa Agung Kurniawan.



Ringkasan:

*MUHASABAH ITU PERLU*


_*بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*_


 _*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*_


*KEADANMU DALAM KUBURMU KELAK?*


*Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:*_


حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً، فإذا أردت أن تعرف حالك في قبرك، فانظر إلى حال قلبك في صدرك.


*•Keadaan seorang hamba dalam kuburnya, itu seperti keadaan hatinya yang ada dalam dada.*

*•Apakah mendapatkan nikmat ataukah adzab, apakah terpenjara ataukah terbebas,*

*•maka jika engkau ingin mengetahui keadaanmu di dalam kuburmu, _maka lihatlah kepada keadaan hatimu dalam dadamu!!*_


فإذا كان قلبك ممتلئاً بشاشة وسكينة وطهارة، فهذا حالك في قبرك بإذن الله


_*Maka jika hatimu dipenuhi oleh kebahagiaan, ketentraman dan kesucian, maka inilah keadaanmu di dalam kuburmu dengan izin Allah, demikian pula sebaliknya.*_


ولهذا تجد صاحب الطاعة وحسن الخلق والسماحة أكثر الناس طمأنينة


Oleh karena itu, engkau mendapati pemilik ketaatan, pemilik akhlak yang baik dan _*sifat pemaaf itu adalah orang yang paling tentram hidupnya.*_


فالإيمان يُذهب الهموم، ويزيل الغموم، وهو قرة عين الموحدين، وسلوة العابدين.


_*Maka iman itu akan:*_

*•menghilangkan kesedihan,*

*•melenyapkan kegalauan, dan*

*•iman adalah penyejuk hatinya orang-orang yang bertauhid dan penghiburnya ahli ibadah.*


من أدام التسبيح انفرجت أساريره، ومن أدام الحمد تتابعت عليه الخيرات، ومن أدام الاستغفار فتحت له المغاليق


*•Barang siapa yang senantiasa bertasbih niscaya akan terbuka kebahagiaannya, Dan barang siapa yang senantiasa bertahmid niscaya kebaikan akan beriringan mendatanginya.*

*•Dan barang siapa yang senantiasa beristighfar niscaya akan terbuka untuknya berbagai kebuntuan.*

📚 Ad-Daa'u wad-Dawaa' halaman 187-188


*Ya Allah Ya Rabbi...*

*Dekatkan kami dan anak-anak kami dengan orang-orang shalih. Biarkan kami terjebak didalam lingkaran kebaikan itu selamanya.*


*Aamiin Yaa Mujibbassaa'illin*


 *وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*

🕷

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malu Adalah Cabang Daripada Iman

Ceramah singkat bersama Ust. Zulfa Agung Kurniawan Sebuah  ceramah  tentang  Malu Adalah Cabang Daripada Iman   yang disampaikan pada Sabtu  Malam, 8 Oktoberber 2022 , pukul 18:00-19:00 WIB  oleh  Ustadz Zulfa Agung Kurniawan  *ONE DAY ONE HADITS* Sabtu, 8 Oktober  2022 / 11 Rabi'ul Awwal 1444 H *Malu Adalah Cabang Daripada Iman* عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ . [رواه البخاري ] Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah : Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka .  ( Hadist Riwayat Bukhori) Pelajaran yang terdapat dala...

7 Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Dzar

  *RENUNGAN MALAM* *7 Wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada Abu Dzar* عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا. *Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan Tujuh hal :* *(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,* *(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,* *(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berla...

Cara Mencintai Nabi

Ceramah singkat bersama Ust. Zulfa Agung Kurniawan Sebuah  ceramah  tentang Cara Memcintai Nabi  yang disampaikan pada  Sabtu, 8 Oktober 2022 / 12 Rabi'ul Awwal 1444 H  Sabtu  oleh  Ustadz Zulfa Agung Kurniawan. *ONE DAY ONE HADITS* Sabtu, 8 Oktober 2022 / 12 Rabi'ul Awwal 1444 H *Cara Mencintai Nabi* وعن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فمن رغِبَ ( أعرض ) عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ) رواه البخاري . Dan dari Anas bin Malik radhiAlloh anhu berkata, bersabda Rasulullah sallallohu alaihi wa salam: “Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk golonganku.”  (HR.Bukhary & Muslim) Pelajaran yang terdapat dalam hadits: 1- Dalam bentuk apakah rasa cinta yang kita tujukan kepada Rasul, karena belum sempurna iman seseorang bila tidak beliau yang lebih kita cintai?. 2- Bagaimanakah pengertian mengikuti sunnah yang sebenarnya? Sementara sholat jama’ah malas, apalagi yang lain, masihkah dikatakan mengikuti su...